logoblog

Cari

Tutup Iklan

MANTAR, Senandung Negeri Di Awan

MANTAR, Senandung Negeri Di Awan

Silam... takdir menorehkan hikayat samar nan pilu, menghempas karang tua nanga limung gading, mengguncang sanubari dan jejakpun sirna ditelan sapuan gelombang. Punggung ramoi,

Puisi

Randal Patisamba
Oleh Randal Patisamba
01 Oktober, 2014 23:58:54
Puisi
Komentar: 11
Dibaca: 13928 Kali

Silam...
takdir menorehkan hikayat samar nan pilu, menghempas karang tua nanga limung gading, mengguncang sanubari dan jejakpun sirna ditelan sapuan gelombang.
Punggung ramoi, disanalah bersemayam jazad para leluhur, tanah pusaka para albino, pewaris kesakralan dan keberkahan Ai mante.
Terpatri keyakinan dalam diri, akan kesejatian tuah pusaka sepanjang zaman.
Nun disana, dipuncak bukit kebersahajaan, dibalik megamega, senyum mengembang melukiskan asa dan harapan tiap insan, penghalau halimun dikala pagi perona senja kala temaram.

Diujung pamanto terucap takjub dan kagum atas keagunganMu wahai sang Illahi.
Ibarat negeri para sufi, antara angin dan kabut, diantara deru dan debu.
(Mantar, 21:54, 310514)

Desa Mantar berada disebuah dataran tinggi di kecamatan Seteluk, KSB. Penduduk Mantar berasal dari berbagai suka bangsa, arab, jawa, portugis dll. Sejarah mencatat kedatangan mereka ke Bukit Ramoi karena kapal yang mereka tumpangi terdampar akibat cuaca buruk dan hempasan gelombang beberapa ratus tahun yang lalu..

 

Baca Juga :


Banyak hal menarik tentang Mantar beserta sejarah yang melingkupinya. Salah satunya adalah keberadaan albino. Jumlah mereka selalu 8 orang termasuk Ame sang pemeran film  Serdadu Kumbang yang juga mengambil lokasi syuting di Mantar. [] - 01



 
Randal Patisamba

Randal Patisamba

Koordinator KM Rampak Nulang. Sekretaris komunitas pemerhati pariwisata ADVENTUROUS SUMBAWA Facebook: Randal Patisamba Instagram: @randalpatisamba Email: goranspatisamba@gmail.com

Artikel Terkait

11 KOMENTAR

  1. Randal Patisamba

    Randal Patisamba

    07 Oktober, 2014

    Kala sang surya pagi menampakkan dirinya, dari kawasan Pamanto nun dibawah sana kita bisa menyaksikan hamparan kabut diantara puncak gunung. Saat menjelang siang kita akan menyaksikan panorama lanskap terbentang indah didepan mata. Keunikan lain albino, keberadaan mereka bisa juga lahir dari keluarga yang berbedabeda yang tak memiliki sejarah kealbinoaannya. Mereka tidak merasa risih atau minder diantara temantemannya. Didepan masjid Mantar kita akan menjumpai sebuah bangunan kecil. Didalamnya terdapat dua buah guci yang dikeramatkan yang diwariskan oleh para leluhur mereka. Air guci diambil dari sumber mata Air Ai Mante yang dianggap sakral oleh mereka. Beberapa kali guci tersebut menjadi incaran orangorang yg tidak bertanggungjawab. Guci tersebut pernah dicuri dan dibawa ke suatu daerah. Setelah berpindah tangan, guci tersebut tidak bisa diangkat oleh beberapa orang. Baru setelah sang ketua adat datang mengambil untuk dibawa pulang guci tersebut hanya diangkat dengan satu tangan. Sekarang guci tersebut tersimpan dengan aman dalam bangunan beton yang bertelrali besi. Seandainya saudaraku Jibeng Ismono punya waktu luang dan menyempatkan diri untuk mengunjungi Mantar akan banyak mengetahui kisahkisah yang yang lebih banyak dan lebih menarik yang tak bisa saya ceritakan lewat media ini karena keterbatasan dan sesuatu lain hal.


  • KM. Sambang Kampung

    KM. Sambang Kampung

    06 Oktober, 2014

    tahun kemarin waktu masih tugas di KSB sy membawa Turis dari Jerman naik k


    1. Randal Patisamba

      Randal Patisamba

      07 Oktober, 2014

      Mantaaap kawan, keberadaan Mantar perlu diketahui oleh banyak orang.


  • KM. Mesra Seteluk

    KM. Mesra Seteluk

    06 Oktober, 2014

    pernah sekali ke mantar, dulu sewaktu masih jalan setapak belum ada jalan luas yang bisa dilalui mobildan truk, perjalanan yang menyenangkan.


    1. Randal Patisamba

      Randal Patisamba

      07 Oktober, 2014

      Kami kemarin menggunakan kendaraan landroover. Satusatunya kendaraan yang mengangkut penumpang kesana. Medannya cukup sulit dengan dengan kelokan bukit dan jurang yg sanat terjal.


    2. Randal Patisamba

      Randal Patisamba

      07 Oktober, 2014

      Kami kemarin menggunakan kendaraan landroover. Satusatunya kendaraan yang mengangkut penumpang kesana. Medannya cukup sulit dengan dengan kelokan bukit dan jurang yg sanat terjal.


  • Fahrurizki

    Fahrurizki

    05 Oktober, 2014

    menarik untuk dikunjungi mantar, di tunggu tulisan lanjutan mengenai mantarnya


    1. Randal Patisamba

      Randal Patisamba

      07 Oktober, 2014

      Silahkan Bung Fahrurizki. Ada banyak kisah menarik tentang Mantar. salam petualang.


  • KM LENGGE

    KM LENGGE

    04 Oktober, 2014

    TERTARIK UNTUK MENGUNJUNGINYA,,,,,


    1. Randal Patisamba

      Randal Patisamba

      07 Oktober, 2014

      Silahkan Kawan. Penduduk Mantar dengan senang hati akan menerima siapapun yg datang


  • Jibeng Ismono

    Jibeng Ismono

    03 Oktober, 2014

    Saya akan merindukan tulisan yang melanjutkan kisah Mantar ini. Saya ingin lebih jauh mengenal Albino. Dan saya ingin bisa merasakan dinginnya kabut di Bukit Ramoi. Semoga saudaraku Randal ada luang waktu buat berbagi kisah. Salam


  •  
     

    TULIS KOMENTAR

    Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
     
    Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
     
    Tutup Iklan