logoblog

Cari

Tutup Iklan

Sajak Seribu Kali Hujan

Sajak Seribu Kali Hujan

  seribu kali hujan, seribu kali pula cinta datang serupa kembang pohon-pohon basah dan daun mewangi. hidup kita adalah percik bening yang berubah

Puisi

KM. Abiantubuh
Oleh KM. Abiantubuh
17 November, 2015 16:26:48
Puisi
Komentar: 0
Dibaca: 5079 Kali

seribu kali hujan, seribu kali pula cinta datang serupa kembang

pohon-pohon basah dan daun mewangi. hidup kita adalah percik bening yang berubah warna oleh waktu. merah ketika senja menyala, lalu berkabut saat langit mengucurkan darah leluka. 
seribu kali hujan kita selalu pulang ke ruang yang sama. membaca gerak angin yang mengibarkan bendera kecil di ujung perahu
lalu kita berlayar tanpa beban. entah kemana arah cinta mengantarkan
seribu kali hujan, kita bacakan kembali doa-doa para pelaut
yang berlayar dengan mencium kening kembang
lalu membawa wewangi
menyeberangi biru yang selalu mengancam
seribu kali hujan, sayapku basah dan tertahan untuk terbang

Mataram November 2015

 

Baca Juga :




 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan