logoblog

Cari

Tutup Iklan

Ayah, Anakmu Tidak Butuh Air Mata

Ayah, Anakmu Tidak Butuh Air Mata

Untuk mu duhai ayah kami senusantara Untuk mu, kata-kata ini daku rangkai seadanya Untuk mu, rangkaian kalimat ini ku tulis untuk

Puisi

KM. Sukamulia
Oleh KM. Sukamulia
03 Oktober, 2018 21:14:23
Puisi
Komentar: 0
Dibaca: 2448 Kali

Untuk mu duhai ayah kami senusantara

Untuk mu, kata-kata ini daku rangkai seadanya

Untuk mu, rangkaian kalimat ini ku tulis untuk meluahkan sesak di ulu dada

Untuk mu, daku persembahkan ungkapan bela sungkawa atas bencana yang menimpa nusantara

Semoga daku tidak bersalah memanggil dikau ayahanda dan mengadukan keluhkesah yang begitu panjangnya

 

Ayah, jiwa sederhana dan tradisi belusukan mu membuat ananda merasa bangga

Ayah, dikau sudah cukup banyak membangun tanah kelahiran yang kita cinta

Ayah, kami tidak mau melihat mu berduka atas bencana yang bertubi-tubi di hamparan nusantara

Ayah, tolong jangan sekali-kali ganti rasa bangga itu dengan kecewa

Ayah, ananda yakin bahwa dikau sangat menyayangi dan merindukan kebahagiaan anak-anak mu di seluruh nusantara

 

Ayah, dikau adalah pemimpin tanah nusantara

Daku mengerti bagaimana kedukaan yang dikau rasa sebab tanah tempat mu menduduki tahta dilanda bencana

Daku mengerti bagaimana kesedihan mu atas hilangnya ribuan nyawa oleh rentetan bencana di hamparan  tanah yang dikau pinpin dengan jiwa sederhana

Daku rasakan bagaimana pilunya perasaan mu atas puluhan ribu bahkan berjuta gedung dan perumahan rakyat serta hasil pembangunan yang dikau programkan selama memegang tahta

Daku tahu bagaimana teririsnya perasaan mu sebab berpuluh-puluh juta anak-anak mu kelaparan dan memerlukan bantuan di atas tanah yang dikau sebut tanah kayaa dan bumi percikan syuga

 

Ayah, ini adalah takdir Yang Maha Kuasa

Ini adalah ketetapan yang IA tulis dengan kuasa dan kalam-NYA

Ini adalah kenyataan yang tidak mungkin bisa kita hindari dengan segala usaha

Ini adalah bencana yang tentunya kita semua tidak sedikit-pun pernah merindukannya

Ini adalah musibah yang tidak seorang-pun pernah memintanya

 

Ayah, sudahilah itu air mata sebab saat ini kami tidak sedang membutuhkan-nya

Anak-naka mu yang ada di Lombok dan Sumbawa sangat membutuhkan realisasi janji pembangunan dan perbaikan rumah mereka dengan segera

Anak-anak mu yang ada di Palu dan Donggala sangat membutuhkan kiriman bantuan secepatnya

Anak-anak mu yang tinggal di pulau-pulau terdampak bencana sangat merindukan kehadiran mu diantara mereka

Ketegasan dan kebijaksanaan mu sangat dibutuhkan oleh anak-anak mu yang tersebar di hamparan tanah nusantara

 

Sudahlah ayah, jangan lagi biarkan air mata itu mengalir di hamparan pipi mu yang terlihat menua

cukup ayah, dikau tidak perlu lagi terlihat sendu di depan layar kaca sebab anak-anak mu tidak butuh air mata

Tenanglah ayah, ketenangan mu adalah semangat bagi anak-anak mu yang kini dikurung duka

Tegarlah ayah, ini adalah duka nusantara, ini adalah duka dunia, ini adalah duka kita semua

Bersabarlah ayah, tuhan sedang mendekatkan dirinya kepada kita agar supaya kita tidak semena-mena menzalimi nikmat-NYA

 

Ingatlah ayah, dikau adalah ayah yang mengayomi kami di seluruh nusantara

 

Baca Juga :


Ingatlah bahwa dirimu adalah pemimpin nomor satu Indonesia

Ingatlah bahwa tangisan mu adalah duka kami semua

Ingatlah bahwa ratapan mu adalah ratapan kami senusantara

Ingatlah bahwa ketegaran, ketabahan, ketegasan serta kekuatan mu sangat kami butuhkan untuk bangkit dari keterpurukan sebab bencana tanah nusantara

 

Daku memang bukan siapa-saiapa, hanya anak jelata yang masih berdiri tegar di atas puing reruntuhan akibat gempa

Daku memang bukan siapa-siapa, namun aku adalah bagian dari anak-anak mu yang terlahir dan dibesarkan di atas tanah nusantara

Daku memang bukan sapa-siapa, namun kiranya dikau berkenan daku panggil ayahanda sebab dikau dalah pewaris tahta kerajaan nusantara

Dan atas rasa cinta maka daku tulis rangkaian kalimat ini dengan telanjang dan buta. Telanjang dari atribut apa saja dan buta dari pandangan picik terhadap retorika untuk mengajak dikau berbagi cerita

Dan dengan penuh hormat daku mohon, janganlah dikau larut di dalam duka

 

Saat ini, dikau adalah ayah kami di seluruh nusantara

Maka segeralah selesaikan segenap urusan penting di istana agar secepatnya dikau berada di anatara kami yang tengah diselimuti duka

Berdirilah di anatara kami lalu pandanglah wajah murung kami dengan seksama

Tersenyumlah kemudian hapuslah luka derita yang kami rasa dengan kalimat yang bijaksana

Dan duduklah di antara anak-anak mu yang kini terkapar di bawah tenda lalu alunkan kalimat-kalimat motivasi agar kami punya harapan hidup demi kejayaan nusantara di masa berikutnya

 

Ayahanda, daku tahu betapa banyak urusan yang harus dikau selesaikan atas nama negara

Untuk itu, daku dan mereka tidak meminta waktu yang lama

Hadirlah di anatara kami walau sebentar saja

Berilah kami kesempatan untuk mendengarkan dongeng mu agar segenap kedukaan ini terlupa dan kita terlelap bersama-sama

Dan ketika kita terbangun maka biarkan kami adukan segenap harapan pasca bencana sebagai oleh-oleh dari kami agar dikau ceritakan kepada mereka yang mendampingi mu menyelesasikan segenap urusan di tanah nusantara

 

Duhai ayahanda yang senag bekerja, jika dikau sampai di istana

Maka segera kirimkan titah kepada mereka agar mereka tidak berlama-lama saling menyalahkan di layar kaca, agar mereka segera tidak berbelit-belit dengan segala aturan perundang-undangannya dalam merealisasikan bantuan perbaikan rumah anak-anak mu yang hancur sebab bencana

Ayah, daku tahu bahwa dikau tidak rela anak-anak mu berlama-lama hidup menderita di bawah tenda, lebih-lebih musim hujan akan segera tiba

Untuk itu, anak mu yang ceriwis ini mohon agar dikau mempermudah urusan perbaikan tempat tinggal kami yang porak-poranda dihantam bencana

 

Duhai ayahanda kami senusantara, maafkan ananda yang terlalu banyak berkeluh kesah dan banyak meminta

Duhai ayahanda kami senusantara, maafkan anada

Ananda tidak sedikitpun berniat memerintah, mengintimidasi dan memaksa

Ananda hanya sekedar mengingatkan bahwa anak-anak mu yang ada di Lombok-Sumbawa dan Palu-Donggala sangat membutuhkan kehadiran dan sentuhan ayahanda-nya dengan segera

Ananda hanya sekedar mengabarkan bahwa anak-anak ayah d seluruh nusantara tidak membutuhkan air mata

_By. Asri The Gila_                                                                                                       (Lombok, 03/10/2018)



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan