logoblog

Cari

Tutup Iklan

Kusendiri (kisahku Anak Kiwok)

Kusendiri (kisahku Anak Kiwok)

Assalamuallaikum warohmatullahhi wabatokatuh. Salam sejahtera untuk kita semua, refrensi ini saya dapatkan dari seorang teman, kisah kakaknya yang selalu menderita. Tapi

Puisi

kesan oktavian Ali
Oleh kesan oktavian Ali
19 Oktober, 2018 11:58:59
Puisi
Komentar: 0
Dibaca: 850 Kali

Assalamuallaikum warohmatullahhi wabatokatuh. Salam sejahtera untuk kita semua, refrensi ini saya dapatkan dari seorang teman, kisah kakaknya yang selalu menderita. Tapi saya plesetkan sebagai pemikiran bagaimana jika, atau membayangkan perasaan, mungkin memang tidak akan selalu setimpal dengan kenyataan bahkan serasa langsung tapi inilah mungkin juga ekspresi saya ketika melihat foto-foto ini di google

Sejak kecil masa diri

ku selalu mandiri

tak mengenal huruf atau kasih

Sebagai lukisan tangisan hati

 

ku sendiri, sudah biasa

ku sendiri, kadang tanpa orang lain

Ku sendiri, menyelimuti diri dalam dingin

Ku sendiri, mengurus adik ku sesama

 

Bagaikan debur ombak di malam hari

Menyentuh bibir pantai

Menyentuh bibir hati

 

Baca Juga :


Yang menyanggupi, kerakusan sebuah korupsi 

 

Aku anak kiwok

Sendiri, beban batu kuangkat bagai kapuk

Aku anak kiwok

Sampai kapanpun tak akan lapuk oleh kezaliman 

 

Karna yang tak nampak, di depan pelupuk mata

Yang tak dapat didengarkan, telinga 

Hanyalah perasaan

 Sebuah hati

 



 
kesan oktavian Ali

kesan oktavian Ali

Saya lahir di keluarga yang berbeda bangsa sehingga saya berpisah dengan ayah saya Dan tinggal besama ibu seorang diri dan saya berumur 15 tahun hobi saya membaca Dan di samping(sebagai pemula dalam menulis)

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan