logoblog

Cari

Tembakau, Tetesan Air Mata Yang Pahit

Tembakau, Tetesan Air Mata Yang Pahit

Engkau melindungi dari haus, lapar dan dahaga dan kekurangan lembaran - lembaran kertas Rupiah. Ketika cahaya matahari berkelana dari langit yang

Puisi

KM_Rensing Bat
Oleh KM_Rensing Bat
05 Oktober, 2019 09:07:32
Puisi
Komentar: 0
Dibaca: 850 Kali

Engkau melindungi dari haus, lapar dan dahaga dan kekurangan lembaran - lembaran kertas Rupiah.
Ketika cahaya matahari berkelana dari langit yang terik,
Tiada terlihat kicau bahagia hari ini wahai daun hijau jadi kuning emas.

Penghujung September dan awal oktober mulai berkemas untuk meninggalkan lebarnya si daun hijau,
Hari-hari berkumpul menanti rupiah tembakau.
Menetas air yang pahit 
Penuh rasa kecewa

Helai demi helai tanggal dan
Tumbuh subur tanpa yang nyata
Siap menyergap senyum
Menanti waktu di puncak hari 

Engkau ingin terjaga 
Tubunya letih lelah pecah
Kini engkau menjadi bahan pemikiran baru dengsn pelit lalu menjerit berharap rupiah dari si daun emas.

 

Baca Juga :



Diam-diam tersenyum penuh makna
Terkubur di tengah keringat tembakau tua
Yang menjanjikan kenangan makna 
Persis waktu lalu 
Ketika masa lalu penuh bahagia

Tembakau harapan bagi kami
Tak berbiji senyum atau permata
buta atau engkau melihat 
sejenis bayang-bayang
Yang terselip oleh hasil sinar yang agak samar



 
KM_Rensing Bat

KM_Rensing Bat

Hidup sederhana itulah bahagia. A@angzie, WA 087758488407 (penulis), Desa Rensing Bat Sakra Barat-Lotim

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan