Puisi Untuk Presiden

Aku kan menulis dengan tetes keringat
tentang buruh yang terhisap
kerja seharian tanpa upah yang layak

aku juga kan menulis dengan rasa lapar
miskin kota yang terlantar di trotoar
terpinggir dan di tampar asap knalpot mobil

serta dengan rasa pilu kan ku tulis
rasa kecewa tani yang menderita
karena impor dan tanah yang di rampas

lalu setelah itu
puisiku akan ku sumpal dengan kasar
ke dalam rahang presidenku
biar dia mati tersedak
dan mengerti bahwa
kami bosan di miskinkan!!!

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru