Kamu Masih Bernama Nostalgia

Tuhanku!
Hari ini aku terdampar kembali di Kota ini
Kota yang mendewasakanku
Kota yang dulunya mengasuhku,
Dan aku mencintainya

Aku mengasihi setiap pagar yang aku lewati
Aku menyayangi setiap pohon yang aku temui
Aku mencandai tiap kerikil yang terpanggang di atas trotoar
Aku mengakrabi setiap orang yang aku kenali
Aku mengagumi setiap rumah yang aku singgahi
Aku menghayati setiap sudutnya

Hingga, ketika……
Perempuan yang kumesrahi itu meninggalkanku,
Hanya karena aku menawarkan cinta
Kota ini lantas berkubang api
Karena kotoran kenangan ini harus kuabukan

Aku sudah meninggalkan detik-detik yang lampau di Kota ini
Tapi, perempuan itu masih bernama Nostalgia
Rautnya masih nampak di mana-mana
Dalam setiap benda yang terlihat
Suaranya masih terdengar di sana sini
Bahkan dalam derit pintu di kamar sebelah

Tuhanku!
Betapa sulitnya menutup mata
Dari baying-bayang sesuatu
Yang masih tertinggal di hati.

Lombok Raya, Juli 2005

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru