Hasrat Jiwa

Sebelum ajal menjemput jiwa, ku tuangkan hasrat dalam bait-bait kata

Satu demi satu terangkai sebagai ungkapan bahasa jiwa

Semua masalah terpapar di dalamnya

Ada cerita cinta tentang mereka

Ada ungkapan jiwa untuk sang belahan jiwa

Ada syair sendu hati yang lara

Ada ungkapan rindu atas pujaan jiwa

Banyak mantra cinta untuk menaklukkan hati yang pernah ku damba

Ada luahan tangis sebab cinta yang tiada dihiraukannya

Ada ungkapan maaf untuk dia yang pernah ku luka

Banyak protes terhadap retorika di nusantara

Ada irama persahabatan yang pernah terjalin mesra

Ada syair perjuangan tuk pertahankan tanah tercinta

Terdapat potret hidup ku yang penuh cela

Banyak lagi petuah-petuah dan kata-kata mutiara

Serta tidak luput pula aku tulis renungan tentang Tuhan dan Agama

Lewat bait-bait puisi itu aku ingin abadi di dunia, meski hanya nama

Sebab itulah aku kumpulkan serakan puisi yang pernah aku cipta

Ku bukukan dan aku sebut sebagai satu maha karya

 

Kawan, aku hanya manusia biasa yang pasti mati jika waktunya telah tiba

Dan sebelum mati itu tiba, sebelum mati itu tiba, aku mohon maafkanlah dosa-dosa yang pernah ku buat pada kalian semua

Dan jika maut memisahkan jiwa dengan raga ini, janganlah kalian teteskan air mata

 

Jika tubuh rapuh ini tiada lagi berteman nyawa,

ku minta tegakkanlah ia dengan bahasa-bahasa mesra

Mandikan ia dengan air yang kalian ambil dari telaga kasih sayang Tuhan dan manusia

Kafani ia dengan lembaran-lembaran ketulusan jiwa

Sholatkan ia dengan kasih sayang dan firman Yang Maha Kuasa

Usung ia ke pemakaman dengan keranda rasa bangga

Semayamkan ia pada dalamnya sukma

Lalu tegakkan nisannya dengan doa-doa

Dan jika semuanya telah usai, abadikan nama ini dalam bingkai kedamaian yang sempurna

Lewat bait-bait ini aku meminta, sayangilah seisi dunia

Sebab dengan begitu maka Allah akan menyatukan jiwa kita.

 

_ASRIM ASA_

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru