Untuk Mu Aku Berdoa

Bertiup angin dari barat daya,

Membawa berita tenatng derita Gaza,

Rudal meledak dimana-mana,

Hanyalah puing reruntuhan rumah warga yang tersisa,

Ribuan nyawa hilang sia-sia,

Tangis, jerit, duka, dan luka menari-nari di pudak mereka,

Banyak wanita kehilangan suaminya, begitu pula sebaliknya,

Banyak anak ratapi mayat orang tuanya dan begitu pula sebaliknya,

Bocah-bocah tidak berdoa menjadi menjadi korban perang yang tiada ahirnya,

Mayat-mayat bergeletakan layaknya sampah yang tiada harganya,

Sedang burung bangkai berdansa senang menukiknya.

Di sini, aku duduk menatap layar kaca,

Saksikan derita mereka dengan penuh rasa iba,

Hati bergumam dan melontar tanya kepada sang pencipta,

Sebab apa, Untuk apa mereka diberikan siksa sedemikian rupa,

Dosa apa, Nista apa hingga engkau begitu murka terhadap mereka,

Bersama angan aku terbang menuju mereka,

Hanya angan yang bisa terbang kesana,

Bersama angin ku titip doa,

Semoga Allah segera mengahiri derita yang menimpa Gaza,

Bersama angin ku layangkan beribu asa,

Semoga Allah melaknat orang-orang biadab yang tiada henti menyrang saudara ku sana,

Untuk mu aku memohon doa kepada Allah Yang Maha Kuasa,

Semoga semua derita diahiri dengan segera.

"by. Asri The Gila"

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru