Pengemis

Berjalan terseok perempuan tua

Tas kusut tergenggam di jari-jari-nya

Ia tapaki aspal di terik mentari

Pakaian lusuh dengan kaki tanpa sepotong alas kaki

Keringatnya tercucur basahi bumi

Pada setiap pintu ia mengetuk membawa asa yang tiada pasti

Tidak jarang ia dicueki                   

Tidak jarang pula ia diusir dan dicaci maki

Tetapi ia tak pernah mengeluh dengan nasib yang ditimpakan ilahi

 

Ketika ramah sang tuan memberi

kalimat doa selalu terucap sebagai ungkapan balas budi

Tuhan, sepertinya ia tidak pernah lupa mengetuk pintu mu

Tuhan, berilah secuil kebahagian baginya,

layaknya doa yang senantiasa ia hadiahkan untuk tuan

tempat dikau titipkan ia sedikit rizki

Tuhan, berikan lapang padanya, supaya ia hidup selayaknya

 

_By. Asri The Gila_

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru