Rindu

Ku ratapi perpisahan

Begitu cepat datang dan begitu cepat pergi.

Seperti angin yang hanya sesaat menyejukkan wajahku.

Aku terus berjalan.

Berjalan bersama angin yang selalu setia menemaniku.

Aku tak sanggup.

Aku tak mampu jelaskan, Kenapa aku pergi?

Saat ini aku hanya berharap kau tau,

Aku pergi bukan berarti aku tidak menyayangimu.

Aku mencintaimu sejak pertama kali mengenalmu.

Kemarin, hari ini, esok dan entah sampai kapan!

Cintaku seperti menyulutkan api, dan kini api itu membakar diriku.

Remuknya kepingan kaca akan sulit untuk di susun,

Namun remuknya hatiku karna pergi meninggalkanmu lebih sulit lagi untuk ku rangkai.

Kesendirian dan kesepian,

Dimana hanya ku dengar gema dari pikiranku sendiri,

Terputus dari seluruh dunia.

Suara hatiku selalu bernada sama setiap hari,

Menyanyikan nyanyian rindu padamu.

Aku berusaha untuk tegar disini, walau sebenarnya aku rapuh dan sakit.

Perpisahan yang ku inginkan,

Menimbulkan rasa rindu yang lebih dalam dan itu menyakitkanku.

Dan sekarang aku hanya bisa menebar senyum ketika melihatmu bahagia bersama dengan yang lain.

 
 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru