Kalau Hujan Turun di Mataram

Sajak  Tjak S. Parlan

KALAU HUJAN TURUN DI MATARAM

kalau hujan turun di mataram
daun-daun kenari menggigil lagi
lalu sepasang kekasih akan berjalan-jalan
mereka merencanakan tanggal pernikahan
terbayang sebuah rumah kontrakan
dengan hiruk pikuk anak-anak dan televisi

dan gaji bulanan yang kerap menipis 
serupa gerimis

kalau hujan turun di mataram 
ada seorang kekasih yang berjanji
senja esoknya akan bertemu lagi
di bawah payung biru toska
memandang sisa-sisa kenangan
di pelabuhan lama

dan ingatan lamanya pada sajak chairil
membuatnya menggigil

kalau hujan turun di mataram
daun-daun kenari menggigil lagi
dan kantor pos terasa lebih sepi
lalu seorang laki-laki tua yang bersepeda
akan teringat surat-surat pertamanya
surat yang pernah dikirimkannya pada seorang perempuan
yang pandai mengucurkan hujan

di pelupuk matanya

 

(dalam buku 'Negeri Langit' ; Dari Negeri Poci 5)

 
 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru