Tumbuh Rapuh Desaku Tercinta

TUMBUH RAPUH Teriakan masa Gembira Bersorak ramai bagai badai Tumbuh di era yang baru Penuh mesra Penuh tawa Penuh canda Waktu berganti waktu Datang sosok pahlawan gagah berani Membawa harapan segenggam cahaya Cahaya itu hadir menghangatkan jiwa Sosok berdiri tegap menantang Tumbuh tanpa ranting Tumbuh tanpa daun Tumbuh tanpa bunga Katanya…… Aku ingin punya ranting Aku ingin punya daun Aku ingin punya bunga Malah aku ingin punya buah Banyak yang mendengar Banyak yang tuli Kini aku tak bisa apa-apa Tak ada yang menyiram Tak ada yang merawat Tak ada yang peduli Harapan segenggam cahaya yang kubawa Kini tiada arti Aku tak bisa tumbuh Aku tak bisa berkembang Tak ada yang peduli Kini aku rapuh Karangan: Umar Badrul Islam, S.Pd Hp. 085205423072. Puisi ini mengisahkan tentang kondisi masyarakat Desa Jurit Baru yang begitu gembira dengan dengan dimekarkannya desa tersebut menjadi dua desa. Dengan penuh kegigihan dan perjuangan maka dibentuklah pemilihan kepala desa. Salah satu calon kepala desa yang menang, tentunya dengin visi dan misinya membawa sejuta harapan bagi masyarakat desa. Harapan yang diberikan tidak bisa terwujud karena segala bentuk pemikiran dan kegiatan selalu ditentang dan ditolak oleh tokoh – tokoh yang ada di desa. Sehingga kepala desa itupun tidak bisa apa-apa. Dan sudah dari sejak satu tahun yang lalu awalnya tahun 2014 bulan april dia tidak pernah masuk kantor dengan alasan masyarakat selalu berdatangan dan menentangnya ketika dia masuk. Sehingga segala program yang ada di desa tidak bisa berjalan dengan normal. Harapan yang selama ini dikembangkan telah musnah dan hancur serta sulit untuk dipulihkan kembali. Inilah kondisi desa Jurit Baru sejak awal tahun 2012 s/d saat ini masih belum bisa Menemukan jati dirinya. Sekian dan terimakasih. Wassalamualaikum, Wr.Wb By. Umar Badrul Islam, S.Pd

 

 

 

 
 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru