Bangkit-lah !

Sudah terlalu lama negeri ini tidur dalam buaian mimpi-mimpi indah

Sudah terlalu lama bangsa ini diobok-obok, mengguling dan terguling

Sayap-sayap garuda seolah kaku dan tidak lagi bisa terbang menjulang

Kitab undang-undang seolah naskah usang yang terus dipelajari tanpa penerapan

Mengguling:terguling

Menjatuhkan dan jatuh

Merorong dan dirorong

Hancur kewibawaan, hilang kejayaan, musnah semua tujuan

Mimpi hanyalah mimpi = cita-cita hanyalah cita-cita

Dikala kita semua tertidur pulas berselimut kain pusaka

Kita sudah terlalu lama tertidur

Kita sudah terlalu lama bermimpi

Kita sudah terlalu lama hidup di negara yang dipenuhi bulir-bulir kepalsuan

Lalu kapankah kita bangkit ?

Kapan ?

Kapan kita bisa bangkit dari keterpurukan ?

Kapan kita bangkit dari mimpi-mimpi yang terus kita proklamirkan

Kapan kita bisa hidup berselimut kedamain ?

Kapankah kawan ?

Kapan ?

 

 

Negeri ini seolah-olah bisu oleh ketidak pastian birokrasi

Negeri ini hancur dan binasa sebab politiknya tiada bermoral

Birokratnya sibuk berdebat dan di debat

Rakyatnya sibuk berdemo dan didemo

Hancur, hancur, hancurlah negeri ini

Negeri ini seolah-oleh milik penguasa saja

Sejarah agungnya hanya pesanan yang bisa diubah sesuai permintaan

Naif_miris_sedu_sedam arwah pendirinya

Negeri ini seolah kehilangan tujuan

Gamang mencari jati diri ditengah gunung sampah peradaban

Kita terlalu sibuk saling menjatuhkan tetapi malas untuk membangun

Kita terlalu senang bermain apai tanpa bisa mencucurkan setetes air untuk memadamkan

Kita terlalu sibuk untuk saling menyingkirkan tanpa sedikitpun membangun kedamaian

Semua merasa pintar, lalu bertarung tuk saling menaklukkan

Lihatlah kawan, saksikanlah !

Satu rezim mereka tumbangkan dan rezim baru mereka proklamirkan

Rezim itu tumbang, lalau bisakah kita bangkitkan ?

Lihatlah kawan, saksikanlah !

Orang-orang pintar itu berdebat dan saling melempar

Mereka mengaku pintar_tidak disadari bahwa mereka adalah manusia bar-bar

Lihatlah kawan, saksikanlah !

Betapa merah putih telah tersingkirkan: bendera parpol menjulang di atas awan

Garuda tidak bisa terbang dan macan-macan garang menikam

Lihatlah kawan, saksikanlah !

Orang-orang konyol yang saling fitnah dan menjatuhkan

Menginjak-injak kedaulatan dan menjujung tinggi penindasan

Lihatlah kwan, saksikanlah !

Demonstrasi dan aksi penggulingan: menuntut keadilan dengan anarkisme dan menghancurkan

Lihatlah kawan, saksikanlah !

Api membumbung tinggi: polisi menembak di sana-sini

Duka nestapa di wajah pertiwi

Renungkanlah kwan, renungkan dan renungkan !

Apakah itu semua harus terus dan terus terjadi

Adakah sedikit cahaya di hati kita untuk bangkit dan memperbaikinya

Adakah sepercik perduli di dada kita untuk bangkit dan memperbaikinya

Kini saatnya kita bangkit:

Bangkit dari selimut mimpi

Bangkit dari keterpurukan

Bangkit dari ketidak menentuan

Renungkanlah dan bangkit-lah

Mari bergandeng tangan dan melangkah dengan diam

Mari kita buang kebencian dan membangun istana kedamaian

Mari kita bangkit dan membangun negeri ini dengan apa yang kita bisa lakukan

Kalau bukan kita siapa lagi ?

Kalau bukan sekarang, kapan lagi ?

Mari kita bangkit, singkirkan selimut, sisingkan lengan baju dan ringankan kaki

Mari kita bangkit, tinggalkan otak pakai hati dan berdamai membangun ini negeri

Mari kita bangkit, kibarkan bendera pusaka dan tegakkan undang-undang yang selama ini dikafiri

_By. Asri The Gila_

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru