Perempuan ramping di pematang jalan

Perempuan ramping di pematang jalan

Perempuan ramping di pematang jalan

Duduk di pertokoan, sembari menulis keping-keping cerita kecil dari matanya

Dengan pena syurga bercampur peluh,

entah mana asalnya

Bertanya pada lelaki yang tengah terjaga di mimpi-mimpi pembajak sepi

 

"Benarkah pencinta, menderita?"

 

Laki itu, samar, berbisik, mengusik,

Sajakkan sajak setengah sadarnya

 

"Aku tidak menyangkal bahwa tuhan ada disini,

  Aku tidak menyangkal bahwa langit di atas bumi,

  Aku tidak menyangkal bahwa angin adalah syurga,

  Tapi, aku menyangkal bahwa cinta adalah derita !"

 

 

Dames, 13-06-2015

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru