Rintihan Seorang Pemuda

Kerut Kusut baju yang kalian kenakkan

Wajah lesu itu terpancar dari bentuk raut tubuhmu

Tulang belulangmu yang terbungkus kulit yang tak terurus itu

Sampai dengan pancaran wajahmu yang selalu menampakkan senyuman khas pesrjuangan

Wahai pemuda penerus bangsa

Sudah lama kita terjajah dalam bahasa

Sudah lama kita terjerat dalam ranjang kesesatan dalam bentuk penindasan

sekian lama kita terbungkam oleh busuknya ketidak adilan

Yang selalu menjadi jurang kesengsaraan

bagi seluruh bangsa Indonesia

Wahai....Tuhanku....!!!

Gelegarkan amarahmu....lalu

Tumpahkan itu dalam setiap hati pemimpin-pemimpin negeri kami ini

Kaulah maha kuasa engkaulah maha akbar engkaulah maha pemilik dunia ini

Hancurkan ya Tuhan....!!! leburkan....!!!

Teteskan api kemarahanmu padanya

Engkaulah maha kodrat atas kami ya tuhanku...

Kami bersipuh dalam hela nafasku

Kami serahkan seluruh jiwa pengorbanan

Menuntut keadilan pada pemimpin-pemimpin kami

Ataukah harus kami tuntut keadilan itu seperti pengemis

Yang meminta-minta di jalan ya tuhan

Meronta-ronta berteriak di jalan menunggu keadilan yang tidak pernah kami dapatkan

kemudian haruskah kami terperangkap dalam jeratan kezaliman ini ya tuhan....

Wahai pemuda penerus bangsa...

sadarkan dirimu dalam keterlenaan

engkau adalah setitik harapan bagi seluruh rakyat

Bangkit bersatu untuk melawan setiap bentuk penindasan

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru