Menenun Bima

Bima, Kota Tepian Air yang Duabelas Matahari Dua julukan tak padu namun serangkai Salah siapa? Bukan salah sesiapa Sebab begitulah keadaannya sedari dulu Secara geografisnya Sebagai hadiah dari-Nya yang harus diselempangkan Dan, ada ciri lain yang jadikannya terkenang Selain karena Bima sendiri bermaknakan gagah dan sederet makna serupa Ada juga kuda yang lambangkannya tangkas, tangguh, gagah; penuh kewibawaan Tentu kuda yang bertuan Yang jelas guna lagi fungsinya Seperti halnya La Sambura Keto Kuda tunggangan wanita tangguh dari Kalepe, La Bibano Kuda tangguh yang penurut juga perasa Mampu rasakan getir hati tuannya kala bergejolak putuskan pinangan Pinangan Ruma Ma Taho Ade lantaran raut tak sebanding Aku heran Kenapa raut lelaki pada zaman mereka dijadikan soal Sebut lagi La Bibano dan Ruma Ma Taho Ade Putri Ndori dan putra Parafu La Kedo Yang ujung kisahnya sama Tinggalkan sesal dan kecewa Sesakkan dada! Raba, 20 November 2015, Baba Khan []

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru