Berat Rasaku

Berucap kau waktu itu: raga ku bukan milik mu namun jiwa ku tetap untuk mu “sendu”

Terdiam, hempasan ombak menderu-deru

Kau sandarkan kepala pada ini bahu

Berucap pelan bibir mu di liang telinga ku: tidak ada yang dapat menggantikan hadir mu

Terhenti kata-kata itu, tecucur air mata basahi pupi mu

Terhembus panjang nafas di lubang hidung yang tak mancung itu

Kau ulangi kata-kata mu: tidak ada yang dapat menggantikan hadir mu bagi hidup dan mati ku

Sudahlah… jangan lanjutkan kata-kata mu “ucap ku”

Berdiri engkau tinggalkan aku_kembali, sejenak meremas jari ku

Bercucur air mata, kau ucap kalimat “surga cinta ku ada pada mu”

Sudahlah… jangan bahas hal itu, potong ku

Kau titip kepala di pangkuan ku

Diam, hanya angin laut menderu

Pandangan mu dalam ke arah wajah ku seolah begitu berat kau lepas semua kenangan itu

Berucap bibir tipis itu: biarlah cinta tetap hidup dalah hati ku dan hati mu, walaupun kita tidak bisa menyatu

Terdiam aku… meninggalkan membuang pilu

_By. Asri The Gila_

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru