DIAM

Ujung-ujung pinus meliuk diterpa bayu hingga patah... Bagai hati dihempas ragu, patah pecah seribu. Ditengah halimun pagi. Selami lukisan bisu,dengan buai pikir. Diam...Tak pernah jawab untuk satu aksara.

Bukan dendam yang menusuk disela kegalauan. Tapi rindu telah terajut membuat bungkam tertunduk diam dalam sepi. Sunyi tiada suara. walau semilir bayu mendesis,Tapi sunyi tetaplah sunyi.

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru