Prasangka

Sulit rasanya menyatukan jiwa jiwa yang berbeda

Kusadar lamanya waktu yang kita punya tak menjamin

Tantangan dan rintangan datang silih berganti

Mencoba hentikan asa yang sedang berontak

 

Pencarian diri yang hampir menemui kata pasti

Namun terbendung emosi emosi tak terkendali

Dari semua insan yang mengatakan diri paling hakiki

Tapi semua hanyalah bentuk nyata dari ilusi

 

Kau katakan aku seperti yang kau pikirkan

Kau coba dustai aku dengan berbagai alasan

Kau cemburui aku dengan seribu macam sangkaan

Dan kau coba hempaskan aku dengan banyak sindiran

 

Aku tetap tegar berdiri ditempat terang sebuah kegelapan

Aku akan katakan walau nanti kau akan kesakitan

Aku berbicara bukan untuk tunjukkan kebolehan

Karena kini aku telah temukan kepercayaan

 

Teruslah kau menjadi onggokan sampah

Yang bisanya hanya memandang dengan tatapan fitnah

Mengagungkan diri hanya dengan bersilat lidah

Walau kutahu itu kebohongan yang ditutupi dengan indah

 

Aku mampu berada melebihi jangkauanmu

Walau Kusadari itu hanyalah hayalan semu

Membuat  terkadang aku risau dan sering ragu ragu

Kuyakin bisa karena Tuhan selalu membimbing aku.

 

Bersama kamu  aku merasa tak berarti

Kamu tuntun aku seolah olah aku tak punya hati

Agar aku selalu dianggap tak pernah ada dan mati

Akan kucoba untuk selalu taat dan berbakti.

 

Keidahan yang kini kugenggam dengan keras

Tak akan ku lepas, karena aku selalu ihlas

Mengabdi, berbudi pekerti dengan jelas

Karena aku ingin bersinar layaknya emas.

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru