Sang Pemuda

Kusebut kau pejuang sejati

Karena urat nadimu tak lagi mengalir darah

Tak pernah berfikir apa yang kudapati

Namun hanya berfikir apa yang bisa kuperbuat saat ini

 

Tak perlu bertanya untuk apa semua ini

Karena yang ada di hati cuma bergiat mengejar mimpi

Meski dikelilingi orang-orang yang tak peduli

Sumua tetap sama seperti dulu, menggapai ridho ilahi

 

Langkah yang kau geraki dan lorong-lorong sempit yang kau jejaki

Akan menjadi napak tilas yang penuh arti

Belajar dari mereka tentang arti sebuah perjuangan

Yang dilalui tanpa akhir yang pasti, hingga ajal menghampiri

 

Derap pacu langkah telah yang kau lihatkan

Telah membangunkan anak bangsa dari tidur lelapnya

Hingga sedikit demi sedikit, telah mewarnai kebodohan menjadi cerdas berdaya

Sampai waktupun berkata "sudah saatnya tiba" kawan...

 

By. Antok

 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru