Bila Waktunya Tiba

Bila waktunya tiba, semua akan terjadi sesuai garis takdir_Nya. Tidak ada yang perlu diresahkan dan tidak ada pula yang perlu disesalkan duhai saudara. Nikmati saja semuanya dengan rasa syukur dan lapang dada.

Ingatlah bahwa susah senang silih berganti dan yang hidup pasti akan matai. Tidak ada yang sempurna kecuali Dia. Tidak ada yang kekal kecuali dzat_Nya.

Dan inilah aku hari ini yang kalian nilai dengan sebelah mata, yang kalian musuhi sebab cinta, yang kalian jauhi sebab sesuatu yang tidak bisa aku lepas dari dalam sukma.

Inilah aku hari ini_entah esok atau lusa aku tidak tahu akan bagaimana_itu terserah kehendak yang Kuasa.

Bila waktu ku tiba, aku akan pergi tinggalkan semua dan ku nikmati sesuatu yang berbeda di alam lainnya. Dan ku nikmati semuanya sesuai dengan takaran amal yang ku punya.

Bila waktu ku tiba, ku mohon jangan ada air mata meski setetes saja. Aku akan pulang dengan cinta dan kalian tidak perlu berduka.

Bila nanti aku tiada, jangan sesali semua yang telah kita lewati bersama. Jangan salahkan diri sebab pernah membenci dan mendendam terhadap ini jiwa dan raga. Jangan salahkan siapa-siapa atas semua pertikaian di antara kita sebab itu sudah diatur sebagai bagian cerita hidup kita.

Bila nanti aku tiada, kalian tidak perlu mengenang semua tentang kita. Hapus saja semuanya_aku rela walau tidak kalian ingat dalam sedetik saja.

Dan bila nanti aku tiada, cukuplah cinta yang mengabadikan aku punya cerita dalam bait-bait puisi yang pernah ku cipta_cukuplah cinta yang memberi ku tenang di alam sana.

Tenanglah… tenang saja. Jangan resahkan apa yang telah terjadi, jangan resahkan apa yang terjadi hari ini dan tolong jangan lagi resahkan apa yang akan terjadi. Itu takdir yang kita sepakati bersama ilahir sebelum kita terlahir di bumi ini.

By. Asri The Gila_

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru