Air Mata Wanitaku


Mungkin engkau hadiah terindah dari Tuhan.
Hadiah dalam do’a yang ku lafadzkan dalam sujudku.
Seperti Cahaya dalam gelap.
Engkau telah mengalahkan keindahan yang ada.
Mawar melayu.
Bintang meredup,.
Langit memendung.
Pelangi Memudar.
Mereka iri akan keindahanmu.

Aku begitu tenang memandang matamu

Mata yang indah bening bercahaya.

Tetapi..
Di balik mata indah itu,
Tersimpan lara nan-pilu yang mendalam.
Ia rindu dengan kedua Malaikatnya.
Hidup bagai dalam samar cahaya.
Bila siang menjelma jiwanya tak meratap.
Bila malam tiba Laranya menahan rasa.
Tetapi Ia wanita yang tangguh”
Kesedihan tak membuat ia berhenti untuk bermimpi.

Air mata yang setiap saat mencuci derita.
Tangisnya adalah salah satu cara mengobati lara.
Tangis yang disaksikan oleh binatang-binatang kecil tak terlihat.
Sungguh menyakitkan.
Terkapar di sudut tembok kesedihan.
Air mata yang terus mengalir,
Hingga ia tenggelam dan terhanyut dalam luka.
Lepas..
Jangan kau biarkan air matamu menggenang.
Langit tak selamanya mendung.
Percayalah"
Akan ada pula terang.
Sunyimu akan terpecahkan oleh tawa bahagia.
Murungmu akan indah dengan senyuman.


Mataram 30 April 2017
Penulis :

Hendrawansyah DS

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru