Ayo Pulang...

Sejarahnya... sudah kita tuliskan bersama bagan-bagan cantik yang kita tertawakan sebagai bukti pasti pengakuan.

Bukan satu atau dua kali kita membagi mainan lalu main masak-masakan yang pada akhirnya mengadu pulang.

Bukan satu atau dua kali kita terlepas dari pelukan karena toh kita selalu pulang tepat waktu petang.

Ini jenaka yang diareakan pada politisi-politisi yang akhirnya mencari celah bahwa kau ataupun aku harus berpisah sedang kita sedang berkasih... dan mereka tak mengerti arti kekasih.

Mereka lupa bagaimana hangat dan dalam pelukannya hingga lupa  adalah salah menuju kalah.
Sejarahnya sudah kita ukirkan bersama, tentang pulang yang tak pernah bertuan karena lupa terus ditentang hingga pulang hanyalah bayangan.
Kita juga saling merindukan, mengingat bulir-bulir sayang masih terus berkembang. Beberapa kali kita saling memanjakan, saling merindukan untuk sama-sama pulang dan siap-siap menuju jalan Tuhan.
Sejarahnya tak akan pernah terbuang. Terkenang... dan kuajak kau "Ayo pulang!" Dan kita siapkan undangan Tuhan yang rindu kita bergandengan.

@nurul_hikmahasrudin

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru