Di Beranda Tenda

Di beranda tenda, pengungsi bertukar cerita

Terdengar beragam cerita, masuk di liang telinga menyisakan perih di ulu dada

Para pengungsi bercerita, wajah mereka berlumur duka

Cerita mereka bertema bencana

Cerita mereka bernada luka

Cerita mereka mengundang air mata

 

Sesekali, gelak tawa tersimpul di bibir mereka sebab cerita tragedi lucu saat mereka diguncang gempa

Tenda-tenda pengungsian adalah saksi bisu atas penderitaan yang mereka rasa

Mereka bercerita tentang rumahnya roboh diguncang gempa

Mereka bercerita tentang sanak keluarganya yang pulang ke nirwara sebab itu bencana

Mereka sendu menatap atap tenda yang terbakar panas surya

Hati mereka menjerit melawan cuaca ekstrim di hunian sementara

 

Belum usai cerita mereka

Belum kering air mata Lombok dan Sambuwa

Cerita baru menghiasi liang telinga mereka

Saudaranya di Sulawesi diguncang gempa yang lebih besar dari-nya

Saudaranya di Palu dan Donggala diterjang tsuanami yang begitu dahsyatnya

Pilu, sedu sedam dan ketakutan kembali tergambar di wajah mereka

 

Di beranda tenda, para pengungsi berdoa

Berdoa untuk saudara senasib dan sebangsanya yang tengah berduka di Palu dan Donggala

Di beranda tenda, para pengungsi gantungkan seganp harapannya

Harapan untuk bangkit supaya hidup mereka kembali seperti biasa

Di beranda tenda, para pengungsi berbelas hiba

Berbelas hiba kemurahan hati sang penguasa agar mempermudah urusan bantuan pembangunan rumahnya

_By. Asri The Gila_

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru