Kusendiri (kisahku Anak Kiwok)

Assalamuallaikum warohmatullahhi wabatokatuh. Salam sejahtera untuk kita semua, refrensi ini saya dapatkan dari seorang teman, kisah kakaknya yang selalu menderita. Tapi saya plesetkan sebagai pemikiran bagaimana jika, atau membayangkan perasaan, mungkin memang tidak akan selalu setimpal dengan kenyataan bahkan serasa langsung tapi inilah mungkin juga ekspresi saya ketika melihat foto-foto ini di google

Sejak kecil masa diri

ku selalu mandiri

tak mengenal huruf atau kasih

Sebagai lukisan tangisan hati

 

ku sendiri, sudah biasa

ku sendiri, kadang tanpa orang lain

Ku sendiri, menyelimuti diri dalam dingin

Ku sendiri, mengurus adik ku sesama

 

Bagaikan debur ombak di malam hari

Menyentuh bibir pantai

Menyentuh bibir hati

Yang menyanggupi, kerakusan sebuah korupsi 

 

Aku anak kiwok

Sendiri, beban batu kuangkat bagai kapuk

Aku anak kiwok

Sampai kapanpun tak akan lapuk oleh kezaliman 

 

Karna yang tak nampak, di depan pelupuk mata

Yang tak dapat didengarkan, telinga 

Hanyalah perasaan

 Sebuah hati

 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru