Demokrasi Kebablasan

Wajah-wajah berhias harapan dan kecemasan terpampang di sepanjang jalan, menghiasi pohon-pohon nan rindang, mengotori tembok rumah, sekolah, kantoran dan gedung-gedung lainnya.

Wajah-wajah berhias harapan dan kecemasan terpasang dengan berbagai tawaran. Tawaran muluk dan terkadang tidak masuk akal. Tawaran yang membuat siapa saja terlena dan bermimpi indah atas indah kalimatnya.

Wajah-wajah berhias harapan dan kecemasan, tidak jarang menghipnotis rakyat untuk terlibat kebencian.

Wajah-wajah berhias harapan dan kecemasan, property politik yang ujung-ujungnya mencari kemanangan dengan uang.

Wajah-wajah berhias harapan dan kecemasan, bersenjata fitnah untuk menumbangkan lawan.

Wajah-wajah berhias harapan dan kecemasan, pemicu konflik berkepanjangan.

Wajah-wajah berhias harapan dan kecemasan, tidak jarang merusak marwah demokrasi dan nilai-nilai kebangsaan.

Biarkan mereka mengotori tembo, ruas jalan, tiang listik dan beranda-beranda iklan kota-kota besar, namun jangan sekali-kali biarkan mereka merusak moral, merusak jiwa, mengadu domba dan membawa kita merusak demokrasi dengan fitnah, berita-berita kebencian dan uang.

Mari jaga kesatuan dan eratkan tali persaudaraan demi masa depan tanah pertiwi yang kini tengah dikuasai demokrasi kebablasan.

(Gambar: Net)

_By. Asri The Gila_

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru