Ku Perlamban Waktu Berahir

Aku pernah merasa di ujung waktu
Aku pernah merasa itu, seolah Kotak Mati terus menghantui langkah ku
Waktu itu aku betul-betul merasa di ujung waktu dan merasa Kotak Mati selalu berada di dekat ku
Frustasi sempat memeluk ku
Aku pacu tangan mengabadikan sisa waktu ku
Deru mimpi mengajak ku, bayangan semu menunjukkan jalan untuk memperlamban jalannya waktu
Ku tapaki jalan suluk, mengikuti petunjuk bayang semu itu
Dan aku pun menikmati langkah di jalan suluk yang seolah memperlamban laju berahirnya waktu ku

Aku sadar, sepenuhnya yakin akan ketetapan tuhan ku
Waktu ku sudah tentu
Waktu ku batasnya tentu
Waktu berahir ku, hanya Ia yang tahu
Mungkin saja waktu ku tidak lama lagi berlaku
Mungkin saja anugerahNya segera menuntun ku tiba di ujung waktu
Atau mungkin saja waktu ku masih panjang menelusuri jalan setapak menuju awal perpisahan antara jiwa dan raga ku
Aku tahu, itu hak dan ketetapan Yang Maha Tau
Dan aku pasrahkan segalanya hanya kepada Ia Yang Maha Tahu
Aku tunggu hingga Ia mengambil jiwa yang bersemayam dalam raga seraya terus mengabadikan waktu yang dianugerahkan kepada ku dengan jemari yang pada ahirnya akan kaku bersamaan dengan berahirnya detak jantung dan hembusan nafas ku.
_By. Asri The Gila_

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru