Dia Sudah Pergi

Dia sudah pergi
berlalu seiring hiporia takbir kemenangan
menang atas apa ?
entahlah, yang jelas kebanyakan kita merasa keluar dari pertempuran dahsyan dengan membawa kemenangan.

Dia sudah pergi dan kita kembali
kemana kita kembali ?
entahlah, yang jelas kita merasa terbebas dari kekangan
bebas dari serentetan ritual tahunan
bebas dari tuntutan salah satu rukun keislaman.

Kini dia sudah pergi
kita merasa menang setelah mengusirnya dengan sandiwara peribadatan
tempat-tempat suci mulai lengang, sepi seperti sebelum ia datang
kota, desa dan perkampungan tak lagi rama dengan suara bacaan ayat-ayat tuhan
peci dan mukenah mulai tersimpan dalam bupet hiasan.

Dia sudah pergi dan nanti akan datang lagi
dan betulkah kita menang kali ini
dan atau mungkin kita hanya merasa menang sebab selama hadirnya kita merasa terkekang dalam jeruji ketakwaan
dan kita kembali seperti hari-hari sebelum ia datang, bebas lepas melakukan apa saja tanpa sedikit ketakutan.

Dia sudah pergi dan apakah ia membuat hati berteguh pada ketakwaan atau hanya menyisakan kebanggaan yang membuat kita lupa akan tujuan ia diutus sebagai bagian dari rukun keislama
dan dia pergi seiring hiporia takbir kemenangan
akankah kita dapat bersua lagi dan kembali merasa menang saat ditinggalkan
atau dapatkah kita bersua lagi dan menjaga diri sebagaimana saat bersamanya.
_By. Asri The Gila_

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru