Lukisan Ahir Zaman

Tuan Guru dan kiyai mengumbar benci di podium pengajian

Menyemat perang dengan sesama islam atas alasan beda aliran dan penafsiran

Mengajak jamaah berjihad dengan tujuan kepentingan pamor dan kursi kekuasaan

Tawarkan syurga untuk meraut keuntungan dunia yang ia dambakan

Sayang, jamaah tidak sadar jika mereka dijadikan komoditi jualan di pasar politik kepentingan

 

Muda mudi dan anak sekolahan di jalanan Berpeluk erat di atas kendaraan

Bercumbu mesra di tempat-tempat keramaian

Sepertinya rasa malu sudah hilang dilalap api zaman

Kehidupan negeri hutan menjadi tradisi yang dibangga-banggakan

 

Guru dan dosen di gedung sekolahan

Mengelola pendidikan dalam tekanan

Mengelus dada saksikan kenyataan

Santri-santriwatinya kehilangan karakter yang diidamkan

Siswa-siswinya lebih genar bermain game dan media sosial dari pada membuka buku pelajaran

Sistem pendidikan semakin ruet dan membingungkan

 

Elit politik sibuk mempertengkarkan kursi jabatan

Partai politik bak jamur di musim penghujan, bersaing perebutkan kekuasaan

LSM tidak mau kalah dalam perhelatan

Legislatif saling selimpung, mengatas namakan rakyat di meja persidangan

Yudikatif bermain mata di meja pengadilan

Rakyat menuai mimpi di atas ranjang ketidak menentuan

_By. Asri The Gila_

​​​​​​

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru