Meski Nyawa Taruhannya

MESKI NYAWA TARUHANNYA

Karya: Okta Mutia Sakinah

Sekolah: SMP Negeri 3 Sambelia

Kelas: VIII


Aku terdiam di sini, yang ku tahu ditemani ari-ari

Aku sering menendang-nendang, bahkan kadang ingin berlari

Aku sering mendengar ia menangis kesakitan, itu ulahku yang tidak bisa diam

Aku tumbuh, sehingga perutnya seperti tak mampu menampung

 

Aku selalu membuat jam tidurnya tidak nyenyak

Bahkan aku kadang bergerak manja, sehingga membuat ia lelah

Ia terbangun

Meskipun aku merepotkan,  ia selalu menyentuhku lembut

Setiap pagi aku selalu didoakan

Supaya menjadi anak yang sopan dan dermawan

 

Aku tersentuh akan perjuangannya

Rasanya, aku ingin bertemu dengan bulan kesembilan

 

Dan... akhirnya aku lahir di dunia

Siapa lagi yang berperan jika bukan ia?

Ia seorang yang berjuang tiada tara

Ia mengeluarkan semua tenaganya

Hanya ingin mengeluarkanku dari perutnya

Ia menangis kesakitan

Namun ia seperti tidak merasakannya

 

Kulihat keringat membasahi seluruh dahinya

Ia tersenyum ketika aku berhasil keluar

Ada rasa lega di hatinya

 

Tuhan, ia baik sekali dan sangat berjasa

Taruhan nyawa ia korbankan hanya untuk aku

Tuhan, jaga ia

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru