Dalam Merdeka

Negeri ini bukan syurga lagi. Menyala api. Tersulut emosi. Melalap sepi. Kebencian menjadi-jadi. Jalanan ramai. Atasnama itu dan ini. Meledak aksi. Pertikaian tak terelak lagi. Korban jatuh di sana sini. Media ramai. Dunia maya penuh ilusi.

Negeri ini tak damai lagi. Orang pintar terlalu percaya diri. Orang kuat manfaatkan situasi. Orang bodoh dilema persepsi. Perdebatan tiada henti. Hidup berhias rasa benci. Achhh, sungguh ngeri.

Negeri ini tak elok lagi. Tanah suburnya ditumbuhi ranjau-ranjau reformasi. Lautnya tercemar mercuri. Udaranya beraroma bangkai. Sungai dan danaunya dipenuhi limbah industri. Langitnya tak biru lagi. Penghuninya terjangkit virus benci.

Negeri ini tak suci lagi. Pejabat tingginya berjuang untuk kepentingan diri dan koalisi. Agamawannya berdakwah demi mendapat kursi. Penegak hukumnya tidak malu menjual diri. Demokrasinya dijadikan ajang judi. Jabatan dan pekerjaannya dijual beli. Penduduknya tak lagi saling menghargai. Dan masih banyak lagi.

Negeri ini tak kaya lagi. Hartanya dikuasai luar negeri. Rakyatnya dililit hutang tiada henti. Tidak heran jika korupsi menjadi tradisi. Tidak heran jika rampok dan maling berkembang menjadi profesi. Tidak heran jika kriminal dan prostitusi menjadi-jadi.
_By. Asri The Gila_

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru